Sekitar jam 8 malam
Aku; Mah sepeda kemana?
Istriku; lho mama kan dari tadi didalam rumah…ya gak tahulah
Badanku lemas dan air mata tak terasa mengalir,sepeda yg kuparkir di teras rumah raib
aku bingung sebab sepeda inilah yg menjadi kendaraan utamaku untuk mengirim barang hasil olahanku
aku bagai orang linglung mencari kesana kemari sepedaku dan setiap orang yg kutemui pasti kutanya apa dia melihat sepedak atau tidak
sepanjang pencarian sepedaku dari mulai kampungku sampai ke kampung tetangga sekitarku air mata terus mengalir
mungkin orang yg kutanya tak mengira ku lagi menangis karena waktu itu hujan turun cukup deras
hanya keanehan mungkin menurut mereka karena ku mencari sepeda dilarut malam dan diwaktu hujan cukup deras
karena tak berhasil kumenemukan sepeda maka ku pulang kerumah dengan badan yg letih juga lemas tambah basah kuyup lagi karena hujan
semalaman aku tak bisa tidur,aku bingung bagaimana besok
aku harus memasarkan produckku klo sepedaku gak ada?
klo naik angkot atau delman aku tak sanggup harus bayar
ongkosnya karena penjualanku masih sedikit dan keuntungan
juga tak seberapa
esoknya sekitar pukul enam pagi aku sudah keliling lagi dan
bertanya ke setiap orang yg kutemui dan terus keliling sambil
titip pesan bila ada melihat sepedaku
dan kujuga mendatangi tiap penjual sepeda bekas klo-klo ada orang yg menjual sepeda dengan ciri-ciri punyaku dan menitip pesan kepada penjualnya
Alhamdulilah karena memang sepedaku termasuk sepeda langka karena sepeda itu pemberian adikku yg bekerja di pelayaran dan sewaktu pulang dia bawa oleh-oleh sepeda tua asli dari jepang
jadi orang pada kenal sepedaku karena tiap hari melihatku memakainya
sekitar pukul 11 siang ada orang yg mencariku dan waktu ketemui ternyata pedagang sepeda yg waktu pagi kutemui
dia bilang klo sepedaku sudah ditemukan dan kini ada di pos keamanan kampung tetanggaku
Alhamdulilah ku bersyukur ternyata sepedaku telah kembali dan aku sangat berhutang budi pada penjual sepeda itu
namun sayang kini sepeda itu seperti telah kulupakan karena
sekarang hanya teronggok digudang dan tak pernah aku mengurusnya juga memakainya
oh sepedaku yg malang