Deritan gerobak tua terdengar memekakan telinga…peluhpun bercucuran…namun aku tetap dengan penuh semangat mendorong gerobag itu..aku tak peduli kalau orang merasa terganggu pada suara deritan gerobagku…aku tak peduli orang mencibir padaku…yang aku peduli hanyalah bagaimana hari ini anak istriku bisa makan…memang sangat ironis sekali hidupku ini…dulu aku dipanggil BOS…semua yang kenal pda hormat dan selalu memuji driku…tapi kini…aku tak peduli masa lalu…yang aku peduli masa depan anakku