Disebuah kontrakan yang sempit juga juga kumuh…aku tingal bersama istri dan anaku…dan dikota besar ini aku bekerja sebagai tukang es campur…mungkin orang tua atau saudaraku mengira kalau aku sudah sukses…padahl…AKU HIDUP TAK LEBIH SEPERTI GELANDANGAN…tidur hanya beralaskan ubin…dan bantalpun yg aku pake adalh septong handuk…nmun smua itu tak membuat bathinku skit…aku bahgia karena istri dan anakku selalu tersenyum…kmi berprinsif biarlah dunia tak kami milki…asal akhirat bisa diraih..